04 November, 2009

biar kutitipkan kau pada semesta

biar kulepaskan kau bayi mungil lucuku
bayiku gemuk berkulit gelap
bermata sayu dan berbibir agak tebal
beri kesempatan aku untuk melupakanmu

biar kutitipkan kau pada semesta
sebab merawatmu,
sama saja menyaksikan kematianmu pelan-pelan
rambut kriting hitam di kepalamu
belum mengerti mahalnya susu dan makanannmu di negeri ini
harganya telah membuat ayahmu mati kemarin pagi
dikeroyok manusia satu terminal

di tanah yang katanya surga tropis ini
srigala dan setan bersindikat menjadi raja rimba
ini persoalan tak sederhana, nak
matamu sayumu terlapau bening untuk paham segala
jadi, biarkan kutitipkan kau pada alam raya
tidur yang nyenyak di keranjang ini,
menagislah esok di dingin pagi
semoga seorang bingung berkenan menjemputmu

kelak jangan percaya pada siapun
jangan pernah cari aku, ibumu
apalagi ayahmu
: ia telah mati kemarin pagi
dibacok orang satu terminal
lantaran ketahuan menyobek tas seorang penumpang

jangan pernah cari aku
aku akan mulai berdandan dan bersahabat dengan malam
menjual daging berlendir
sambil menertawakan nasib yang makin muram
ijazah tamat SMPku, sudah lama aku lupakan
telah lama hilang bersama banjir dan hujan di rumah bocor kita
tidurlah dan esok pagi menangislah
aku, ibu kandung yang secara halal dan sah menikah dengan ayahmu
akan pergi mengganti semua identitas
kau bukan anak haram,
hanya saja kau lahir pada keluarga yang salah
kami manusia miskin yang tak mau berbagi kemiskinan denganmu
sayang


2009

Gambar ditemukan di komputer saya, entah dari mana asalnya.

10 comments:

  1. Semangat terus Bro di dalam keterpurukan....
    Kita tidak bisa memilih terlahir sbg apa, dilahirkan di keluarga yg bagaimana... tapi kita bisa memilih bagaimana kita harus menjalani hidup...


    salam

    ReplyDelete
  2. Mari minum kopi bersamaku meski pahit..

    ReplyDelete
  3. speechless membaca tulisan ini *_*
    tak bisa berkomentar,keren bgt...realita kehidupan yg membuat mengelus dada dan akhirnya bersyukur... dgn sgala yg Tlah Tuhan berikan pd hidupku.

    Smoga si bayi mungil menemukan si pemurah yg berbelas kasih memberinya kehidupan yg lebih baik.

    ReplyDelete
  4. gak bisa berkomntr tp panjang jg ternyata yg kutinggalkan.... he... :P

    ReplyDelete
  5. @Senja, saya saja bahakan merinding setelah saya membaca ulang sehabis menulisnya...
    sebuah fakta yang banyak sekali di depan mata kita..
    :(

    ReplyDelete
  6. mantaf ni puisi aku yang satu ini

    ReplyDelete
  7. @SABDA Cahaya..
    hehehehehe
    baca2lah, kawan!

    ReplyDelete
  8. puisi suara hati
    dan realiti manusia tertindas
    oleh penguasa rakus dan haloba
    hidup ini agihannya tidak adil
    yang upaya menindas yang lemah...

    ReplyDelete
  9. sebagian realiti yang dinafikan wujudnya oleh segolongan besar penguasa negara.

    ReplyDelete

silakan berkomentar