21 March, 2010

Obama Anak Menteng? So What Gitu Loh!

Obama anak Menteng dan pernah sekolah di SD Menteng Dalam (Besuki). Terus kenapa memangnya?!

Saya sebenarnya sudah lama sekali menghindarkan diri untuk menulis tulisan semacam ini: Tulisan tentang Obama, seorang presiden Amerika Serikat yang pernah sekolah dan tinggal di Indonesia. Namun, saya lama-kelamaan semakin jengah dengan sikap banyak orang yang terlalu berlebihan dan norak dalam menyikapi hal ini. Ada yang mebuat tugu untuknya, mendirikan tugu si Obama Kecil yang membawa burung merpati sebagai simbol perdamaian, ada lagi yang menulis novel tentang kisah hidup Obama kecil sewaktu di SD Menteng Dalam dan akan mempersembahkannya buat Obama saat datang nanti di Indonesia. Bahkan ada yang katanya telah menciptakan lagu untuk Obama, "Bocah kecil lucu, dulu ada di sini, Barack Obama", begitu kira-kira liriknya. Astaga, apa-apaan ini?

Saya heran, kenapa orang Indonesia begitu senang dan bangga sekali mengkultuskan Obama, terutama membanggakannya sebagai manusia yang pernah sekolah di Indonesia. Pertanyaannya adalah: apakah sekolah Obama di Indonesia ketika kecil itu begitu berpengaruh baginya untuk mencapai posisi Presiden AS saat ini? Kalau memang pendidiakannya di Indonesia saat itu adalah segala-galanya bagi karir politik Obama, silakan saja mengkultuskannya dan berbangga, tapi kalau tidak, kenapa juga harus sibuk setengah mati memuja-muja Obama. Bukankah Obama belum tentu berkontribusi bagi kemaslahatan rakyat Indonesia? Dan bukankah pendidikan yang pernah dikecam Obama di Indonesia saat itu masih tak jauh berbeda dengan sistem pendidikan kita yang masih saja bobrok sampi saat ini?

Memang benar, bahwa Obama adalah salah satu dari manusia yang mencapai puncak kesuksesan dan bisa jadi contoh. Tetapi kenapa harus Obama? Apakah cuma dia manusia satu-satunya yang pantas dijadikan tauladan? Bukankah Tan Malaka, Soekarno, Hatta, adalah manusia-manusia yang meraih jabatan politik penting negara, atau organisasi dan gerakan perintis kemerdekaan dalam usia yang sangat muda belia? Bahkan jauh lebih muda dri Obama saat itu. Dan mereka adalah manusia Indonesia tulen, lahir, besar dan hidup di Indonesia. Kurang hebat apa Soekarno saat mempelopori KAA yang dihadiri puluhan negara. Kurang keren apa Tan Malaka saat usia dua puluhan telah menjadi Agen Komintern di Asia. Bahkan Malaka pernah gagal menduduki parlemen Belanda hanya karena usianya terlalu muda.

Kenapa harus Obama yang dikultuskan berlebihan semacam ini? Apakah dengan memujinya habis-habisan, membuatkan lagu untuknya, membuat patung dirinya akan berimbas pada kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kemajuan lain bagi bangsa kita? Oh!

Bagimanapun, pola sistem politik di AS akan sangat susah untuk berubah, meskipun dipimpin oleh beragam karakter presiden, baik dari Republik maupun Demokrat. Eforia kejayaan masa lalau Amerika, kemenangannya di Perang Dunia kedua, gelar adikuasa dan lain sebagainya, tidak mungkin bisa dikubur cepat hanya karena negara tersebut dipimpin oleh seorang manusia yang berbeda. Apakah karakter politik AS berubah secara signifikan sejak George Wasington sampai Obama? Lihat saja, tidak ada perubahan yang begitu berarti. Tetap saja AS adalah negara Agresor, Adikuasa dan negara dengan sistem kapitalis dan liberal.

Bagi saya, sama sekali tak ada kegembiraan dan kebanggaan sebab Obama pernah tinggal di Indonesia. Bayangkan saja kalau Obama tidak jadi presiden saat ini, pasti tidak akan ada kenangan yang begitu histeria oleh sebagian orang Indonesai. Tidak akan ada perayaan-perayaan senorak dan selebay saat ini.


Saya tidak kagum pada Obama, sebabab siapapun presiden Amerika, dari manapun asalnya, saya yakin, gaya berpolitik dan gaya berekonominya susah untuk berubah. Adakah negara mapan yang ingin bermain eksperimen dengan gaya berpolitik atau membentuk pemerintahan gaya baru? Hanya negara berisi manusia-manusia gila yang akan mencobanya.

Siapapun presiden AS, entah dia dari Menteng, atau dari manapun, masih saja BBM di Indonesai mahal. Masih saja ada pemadaman listrik, penggusuran PKL, sekolah mahal dan kesehatan tak terjangkau. Lalu, kenapa harus membanggakan Obama?

Obama adalah anak Menteng, pernah sekolah dan tinggal di Indonesia? So what Gitu Loh!!! Bahasa Indonesia saja Obama tidak lancar.

Jogja, Maret 2010.

14 comments:

  1. pertamax

    hOre....

    mash inget?? sama aku?? aku ganti template nieh
    oh ya mas itu patungnya emang imutd tapi enath kenapa aku benci patung itu sangdt benci....
    aku boleh jujur kan??
    karena entu tadi yg ada tulisan

    ReplyDelete
  2. ada tulisan meMangnya kenapa??

    MaYSArAKAT iNDONESIA TRLLU memuji Obama pdahal dia itu manusia biasa. ornag indon LEBAY... LEBAY Bgt pas liat patung obma apalgi orangnya.
    aku gak setuju kalw Obama datang ke INdonsia tokh dia siapa??
    dia kan yahudi knpa harus trllu bgtu menyambut datangnay harus waspada aku rasa dia gak akan ke INdoensia aku Yjkin bgt. karena Orng teroris entu mash berkeliaran so susah degh. aku bukan berpihak pada teroris tapi inilah saatnya kt jauh dari bayang seseorang yg hanya manusia biasa hanya jabatnnya saja...

    maaf yah kak...

    ReplyDelete
  3. kak shoutmixnya di ganti cbox aja tuh koz rusak gtu

    ReplyDelete
  4. tukeran link nyokkkkkk

    ReplyDelete
  5. Bayangkan saja kalau Obama tidak jadi presiden saat ini, pasti tidak akan ada kenangan yang begitu histeria oleh sebagian orang Indonesai. Tidak akan ada perayaan-perayaan senorak dan selebay saat ini.

    Bahasa Indonesia saja Obama tidak lancar. Saya jg ragu
    gaya berpolitik dan gaya berekonominya akan berubah....

    *komentar ini hanya mengcopy, sebab saya pun setuju!

    ReplyDelete
  6. Sumpek denger berita ini! Ketemu tak ceramai tak luruske itu si Obama! Klo ga bisa lurus, tak luruske make Pedang... haahaha.. Klo ke Menteng besok tak corat coret patungnya tak kasih komentar "mBahnya Teroris!' "Bapaknya Israel'.

    Wah berkoar-koar di Blog sembarang kena UU Pornografi iki... hahaha... cabut...
    Biarin wes...

    ReplyDelete
  7. Yah, begitulah..warisan raja2 yang suka menjilat, sampai negara ini dijajah oleh belanda...
    hal ini menurun menjadi watak sebagian orang yang lebay bajai,

    Saya sebenarnya malas menulis hal nggak penting ini, sebab Obama nonsens bagi saya..tapi berang juga liat banyak orang lebai yang suka muji, suka berbangga dan suka mengambil kesmpatan. Harusnya masyarakat pasca kolonial semacam Indonesia ini tahu, dan berteriak lantang:
    Amerika, kita strika
    inggris kita linggis, jepang kita tendang

    Biar bisa jadi negara yang makmur dan tidak ketergantungan

    -Comisah Noer: Iya, tukaran link aja, nanti saya pasang ya
    :D tar diganti aja kalau rusak..

    Terimakasih kunjungan kawan2..

    ReplyDelete
  8. setuju!! lebay bgt si mereka...

    ReplyDelete
  9. itu adalah perlambangan bahawa bangsa kita masih terjajah..lebih teruk penjajahan minda....

    ReplyDelete
  10. setuju.. apa urusan kita dengan pak obama :)

    ReplyDelete
  11. Mas Irwan yang baik, fenomena Obama di Indonesia mungkin lebih disebabkan adanya krisis kepemimpinan di negeri ini. Mari kita sama-sama cermati, Masyarakat kita sudah lama sekali rindu punya pemimpin yang bisa dibanggakan, diteladani, dan diidolakan. Kemunculan Obama yang ketika itu kurang diperhitungkan, ternyata mampu mengejutkan banyak pihak. Obama membawa isu-isu perubahan serta gagasan-gagasan baru tentang perdamaian di tengah-tengah situasi dunia yang tidak menentu. Sejak itu media mulai menyorot habis-habisan mengenai Obama, dan ketika kabar bahwa Obama pernah tinggal di Indonesia sampai ke telinga masyarakat di negeri ini, simpati kepada Obama pun mulai bermunculan. Hal ini bukan semata-mata Obama adalah sosok yang hebat, melainkan karena di negeri ini sudah tidak ada lagi sosok yang bisa dibanggakan oleh masyarakat, sampai-sampai masyarakat kita membangga-banggakan orang dari negeri seberang, Obama.

    Saya setuju dengan mas irwan, semestinya masyarakat kita ga usah selebay ini dalam menyikapi Obama. Saya justru khawatir, kehadiran Obama ke sini hanyalah untuk menjaga kepentingan-kepentingan korporasi AS di Indonesia. Wallahualam...

    Tetep semangat nulisnya mas! Salam,

    ReplyDelete
  12. @Handika:
    Tanggapan yang menarik, Bung Handika. :D
    Saya sepakat kalau bangsa ini sangat rindu sosok hebat yang sudah lama tidak dimiliki oleh Indonesia. Lihat saja, pemimpin banyak berebut kuasa, beretorika dan janji2 semata. Maka tugas kitalah yang muda2, kalau begitu untuk mengubah nasip bangsa. Saya selalu yakin, perubahan datang dari mereka yang berani bertindak berbeda, teguh prinsip dan tidak oportunis.

    @ Secangkir Teh: hehehe, setuju setuju...
    @Faziz: sip, betul2, betuuuulll/
    @Stefani: lebay bajai,,,,hehehehe

    Terimakasih kunjungan kawan2

    ReplyDelete
  13. untung aku gk kaya getoh, :)

    mereka yg seperti itu harusnya malu, membanggakan seseorang yg jelas2 bukan siapa2 di negara kita, pahlawan bukan, mereka itu terlalu lebhayyyy, harusnya yg mereka banggakan itu aku :D peace,,,,,

    tapi artikel nya bagus
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  14. kebetulan saya juga menulis hal serupa di blog saya. saya muak dengan media televisi yang ber"lebay"an membahas segala hal soal Obama menjelang kedatangannya yang akhirnya ternyata ditunda juga.

    ReplyDelete

silakan berkomentar